preloader

SCIENTIFIC ATMOSPHERE (SA) ke-17 adalah lomba ilmiah nasional yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

blog-thumb
  • Oleh Master User
  • 24 Feb, 2025

SCIENTIFIC ATMOSPHERE 17

SCIENTIFIC ATMOSPHERE (SA) ke-17 adalah lomba ilmiah tingkat nasional yang diadakan oleh Kelompok Ilmiah Hippocrates (KIH) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengusung tema "PANDEMIC: Proactive Actions for Navigating and Defeating Epidemics with Medical Infection Care". Lomba ini menjadi ajang bagi mahasiswa kesehatan dari seluruh Indonesia untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berhasil mengirimkan empat tim yang terdiri dari 12 delegasi yang lolos pada cabang lomba: Research Paper, Poster Publik, dan Video Edukasi.


Tim delegasi FK UB yang berhasil lolos ke final terdiri dari Tim 1 (Research Paper), yang diwakili oleh Verousson Ahmad, Dhamarriyo Utomo, dan Siti Nurluthfia Rachmi; Tim 2 (Video Edukasi), yang beranggotakan Nur Aflah Lubis, Savina Maulina An Naja, dan Aqilla Fachrezy Ramadhan; serta dua tim di cabang Poster Publik, yakni Tim 3 yang terdiri dari Farah Nabilah Anrofa, Salsabila Rafifah, dan Nur Izdihar Qurratul 'Aini, serta Tim 4 yang beranggotakan Zahra Putri Novita Ramadhani, Aida Nifrina Nafis, dan Valencia Nadya Carissa Davelin. Antusiasme mahasiswa kesehatan seluruh Indonesia dalam SA ke-17 terlihat dari jumlah universitas yang berpartisipasi, yaitu 45 universitas dan 17 universitas yang berhasil masuk ke babak final, termasuk Universitas Udayana sebagai tuan rumah.


Final lomba ini berlangsung secara luring selama empat hari, dari tanggal 14 hingga 16 Februari 2025, bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali. Pada hari pertama, delegasi dari seluruh Indonesia tiba di Bali, dan sebelum acara dimulai, mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan membersihkan diri di hotel yang telah disediakan. Pada malam hari, acara resmi dibuka dengan simbolis pemukulan gong, yang menandai dimulainya kegiatan. Acara dilanjutkan dengan sambutan, ice breaking, makan malam bersama, dan parade universitas yang berhasil melaju ke final SA ke-17.


Hari kedua merupakan puncak dari kegiatan SA ke-17, di mana seluruh delegasi mempersiapkan presentasi terbaik mereka untuk dipresentasikan di depan dewan juri. Perlombaan dimulai sejak pagi hingga siang hari, dengan berbagai cabang lomba yang berlangsung secara bersamaan. Setelah perlombaan selesai, acara dilanjutkan dengan delegasi mengikuti seminar nasional yang menghadirkan dua pemateri yang luar biasa, yaitu Prof. Dr. dr. Ketut Tuti Parwati Merati, SpPD, PTI-FINASIM, dan dr. I Wayan Gustawan, MSc, Sp.A (K), yang membahas tentang penyakit infeksi yang sedang marak, yaitu HIV/AIDS dan Dengue. Setelah sesi seminar, delegasi melanjutkan persiapan menuju acara Gala dinner dan Awarding night. Malam penghargaan ini menjadi momen yang berkesan, di mana FK UB berhasil mmenorehkan prestasi gemilang dalam ajang SCIENTIFIC ATMOSPHERE 17 dengan meraih beberapa penghargaan, yaitu: Juara 1 Poster Publik: Tim 4 (Zahra Putri Novita Ramadhani, Aida Nifrina Nafis, dan Valencia Nadya Carissa Davelin), Juara 2 Poster Publik: Tim 3 (Farah Nabilah Anrofa, Salsabila Rafifah, dan Nur Izdihar Qurratul 'Aini), dan Juara 3 Research Paper: Tim 1 (Verousson Ahmad, Dhamarriyo Utomo, dan Siti Nutluthfia Rachmi)


Pada hari ketiga, setelah melalui dua hari yang penuh prestasi dan tantangan, para delegasi diberi kesempatan untuk bersantai dan menikmati keindahan alam Bali. Kegiatan dimulai dengan perjalanan menuju Pantai Tanjung Benoa, di mana para delegasi dapat menikmati berbagai aktivitas air, seperti Banana Boat dan Glass Bottom Boat, serta mengunjungi penangkaran penyu. Setelah bersenang-senang, delegasi makan siang bersama dan melanjutkan perjalanan untuk berbelanja oleh-oleh di pusat oleh-oleh Krisna, Bali, untuk membeli berbagai cendera mata, termasuk pie susu yang khas.


Setelah serangkaian kegiatan yang menyenangkan, acara SA ke-17 pun tiba pada akhirnya. Para delegasi kembali ke universitas masing-masing dengan membawa pengalaman berharga. SA ke-17 tidak hanya memberi kesempatan bagi FK UB untuk meraih prestasi, tetapi juga mempererat hubungan antar universitas, sekaligus menjadi ajang pembelajaran bagi seluruh peserta. Pengalaman ini tentunya menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh delegasi, dan FK UB siap untuk kembali berlomba di SCIENTIFIC ATMOSPHERE 18 di tahun depan.


See you in SCIENTIFIC ATMOSPHERE 18!