MEDJONSON 2026 bukan sekadar lomba ilmiah biasa. Ajang ini jadi tempat berkumpulnya mahasiswa kesehatan dari seluruh Indonesia yang punya satu kesamaan yaitu ingin membawa ide mereka jadi sesuatu yang lebih bermakna. Diselenggarakan oleh Medical Research and Science Club FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kompetisi ini menghadirkan suasana yang penuh semangat, kompetitif, tapi tetap hangat.
Pada tahun 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) turut berpartisipasi dengan mengirimkan tiga tim terbaiknya pada dua cabang lomba, yaitu Literature Review dan Esai Ilmiah. Tim Literature Review 1 diwakili oleh Damien Basukresna, Muhammad Rofi Widyadhana H., dan Raden Raditya Arwien Azzachry. Tim Literature Review 2 terdiri dari Farah Nabilah Anrofa, Salsabila Rafifah, dan Anindita Satyakirana. Sementara itu, pada cabang Esai Ilmiah, FK UB diwakili oleh Kayla Adelia Putri Hunaifi dan Ghiina Najwa Maswal.
Rangkaian kegiatan MEDJONSON 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni pada tanggal 1–3 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang dilaksanakan di Ballroom Student Dormitory UMY, yang diisi dengan berbagai rangkaian acara seperti sambutan dari panitia, penampilan seni, serta parade delegasi dari berbagai universitas di Indonesia. Suasana pembukaan yang meriah menjadi awal yang penuh semangat bagi seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kompetisi.
Masuk ke hari kedua, suasana berubah jadi lebih serius. Ini saatnya semua ide diuji. Di cabang Literature Review, peserta menyampaikan hasil analisis mereka lewat poster ilmiah yang harus bisa menjelaskan banyak hal dalam waktu singkat. Sementara di cabang Esai Ilmiah, presentasi jadi momen penting untuk menunjukkan bahwa sebuah gagasan tidak hanya menarik, tapi juga kuat secara konsep. Delegasi FK UB tampil dengan percaya diri. Cara penyampaian yang jelas, pemahaman materi yang matang, dan kerja sama tim yang terasa solid jadi poin penting selama presentasi dan sesi tanya jawab. Di tengah persaingan yang ketat, usaha tersebut akhirnya terbayar dengan hasil yang membanggakan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Closing Ceremony dan Awarding. Malam penghargaan MEDJONSON 2026 menjadi momen yang berkesan bagi FK UB dengan perolehan beberapa penghargaan. Pada kategori Literature Review, Tim 2 yang terdiri dari Farah Nabilah Anrofa, Salsabila Rafifah, dan Anindita Satyakirana berhasil meraih Juara Literature Review sekaligus menjadi Best Presentation.
Hari terakhir menjadi penutup yang menyenangkan dari seluruh rangkaian MEDJONSON 2026. Para delegasi mengikuti kegiatan city tour yang telah disiapkan oleh panitia sebagai bentuk refreshing setelah melalui rangkaian kompetisi yang cukup intens. Perjalanan dimulai dari kunjungan ke Keraton Yogyakarta, tempat yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Di sini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana tradisi dan warisan budaya Jawa masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Omah Dhuwur Restaurant, sebuah tempat dengan nuansa klasik yang memberikan pengalaman santai sekaligus mempererat kebersamaan antar delegasi. Suasana hangat dan interaksi yang terjalin membuat momen ini terasa lebih dari sekadar wisata. Destinasi terakhir adalah Bakpia Wong, yang menjadi tempat favorit untuk berburu oleh-oleh khas Yogyakarta. Selain menikmati suasana, peserta juga membawa pulang kenang-kenangan sebagai simbol dari perjalanan mereka selama mengikuti MEDJONSON 2026.
MEDJONSON 2026 bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium. Lebih dari itu, ini tentang perjalanan, pengalaman, dan keberanian untuk membawa ide ke panggung yang lebih besar. FK UB pulang bukan hanya dengan prestasi, tapi juga dengan cerita dan semangat baru untuk terus berkembang.
See you at Medjonson 2027!