preloader

RAHAYAJANA meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini dan pengendalian diabetes di masyarakat

blog-thumb
  • Oleh Master User
  • 21 Sep, 2026

Implementasi RAHAYAJANA dalam Pemberdayaan Kader DM

Pada hari Minggu, 30 Agustus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Dokter (HMPD) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, mengadakan kegiatan workshop dengan tema “RAHAYAJANA: Rawat Hasil Gula Darah, Yakinkan Jasmani Kuat Nan Sehat” bagi kader posyandu di Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini

merupakan bagian dari rangkaian program Abdi Mahasiswa (AM), yang menjadi salah satu program kerja unggulan bidang Pengembangan Masyarakat HMPD FK UB. Program Abdi Mahasiswa Rangkaian 1 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta mendukung upaya deteksi dini penyakit, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.


Kegiatan RAHAYAJANA dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh para kader posyandu dengan didampingi oleh volunteer HMPD FK UB. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai pentingnya pemantauan dan perawatan hasil gula darah secara rutin sebagai salah satu upaya deteksi dini dan pengendalian Diabetes Melitus di masyarakat. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu memahami hasil pemeriksaan gula darah serta menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kondisi

kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar. 


Rangkaian kegiatan Abdi Mahasiswa rangkaian 1 terdiri dari sesi penyampaian materi mengenai Diabetes Melitus dan pentingnya pemantauan gula darah. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok serta simulasi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Para volunteer turut mendampingi peserta selama proses diskusi dan simulasi sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah pemeriksaan dengan lebih

baik.


Kegiatan RAHAYAJANA mendapatkan respons positif dari para peserta. Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan perhatian peserta saat penyampaian materi serta keaktifan dalam mengajukan pertanyaan dan mengikuti sesi simulasi. Melalui workshop ini, diharapkan kader posyandu dapat berperan lebih aktif dalam memantau hasil gula darah, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta mendukung deteksi dini dan pengendalian Diabetes Melitus di komunitas.