preloader

Bulan Bakti Regio Malang 2026 menghadirkan edukasi, skrining, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

blog-thumb
  • Oleh Master User
  • 19 Oct, 2026

Bulan Bakti Regio Malang: Pengabdian Mahasiswa Kedokteran

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, masyarakat, dan generasi muda. Mahasiswa kedokteran, sebagai calon tenaga medis sekaligus agen perubahan, memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kesehatan melalui pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian saat ini adalah hipertensi dan sindrom metabolik. Kedua kondisi tersebut berkaitan

erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, deteksi dini, dan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting dalam mendukung pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular.


Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 4 menyelenggarakan Bulan Bakti Regio Malang 2026 dengan

mengangkat tema hipertensi dan sindrom metabolik. Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kedokteran dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat. Pada tahun ini, Bulan Bakti Regio Malang dilaksanakan melalui dua rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi kesehatan, skrining, dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.


Bulan Bakti 1 dilaksanakan pada tanggal 04 Oktober 2026 di IIBS Baitul Manshurin, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dengan fokus kegiatan berupa edukasi dan penyuluhan mengenai hipertensi dan sindrom metabolik. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan,

kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi senam antihipertensi sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat mendukung penerapan gaya hidup sehat. Peserta selanjutnya mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai materi yang akan disampaikan. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dr. Yulia Merita Putri, disertai sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh penjelasan

lebih lanjut mengenai hipertensi dan sindrom metabolik. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti post-test untuk mengevaluasi pemahaman yang diperoleh selama kegiatan. Suasana kemudian dicairkan melalui sesi ice breaking, sebelum rangkaian kegiatan ditutup.


Bulan Bakti 2 diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2026 di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, melalui kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), serta melibatkan mahasiswa lintas institusi dan tenaga medis. Rangkaian kegiatan ini menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui registrasi peserta, skrining kesehatan, pengobatan gratis, skrining kesehatan jiwa, dan khitan massal. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan penyuluhan kesehatan jiwa sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Melalui rangkaian ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.


Melalui Bulan Bakti Regio Malang 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori di ruang kuliah, tetapi juga berkesempatan untuk terjun langsung dan berkontribusi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kedua rangkaian kegiatan ini

menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa, tenaga medis, institusi, dan masyarakat dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Semangat pengabdian ini

diharapkan dapat terus tumbuh dan berkelanjutan, sehingga Bulan Bakti tidak hanya menjadi program kerja tahunan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, sadar akan pentingnya pencegahan penyakit, serta memiliki kualitas hidup yang

lebih baik.


English:

Improving the health and well-being of the Indonesian population requires collaboration among various stakeholders, including the government, healthcare professionals, educational institutions, communities, and the younger generation. Medical students, as future healthcare

professionals and agents of change, play an important role in supporting healthcare development through education, community service, and community empowerment. One of the current health challenges that deserves particular attention is hypertension and metabolic syndrome. Both conditions are closely associated with an increased risk of cardiovascular disease and various other health complications. Therefore, raising public awareness through

health education, early detection, and medical examinations is an essential step toward preventing and controlling non-communicable diseases.


As a tangible expression of its commitment to community service, the Indonesian Medical Students' Senate Association (ISMKI) Region 4 organized Bulan Bakti Regio Malang 2026, focusing on hypertension and metabolic syndrome. This program represents a contribution by

medical students to improving public knowledge and awareness of the importance of maintaining good health and adopting a healthy lifestyle. This year, Bulan Bakti Regio Malang was conducted through two series of activities combining health education, screening, and

direct healthcare services for the community.


The first series, Bulan Bakti 1, was held on October 4, 2026, at IIBS Baitul Manshurin, Pakis District, Malang Regency, with a focus on health education and counseling about hypertension and metabolic syndrome. The event began with an opening session and welcoming remarks, followed by a demonstration of antihypertensive exercises as a form of physical activity that can support a healthy lifestyle. Participants then completed a pre-test to assess their initial

understanding of the topics to be presented. The program continued with an educational presentation delivered by dr. Yulia Merita Putri, followed by a question-and-answer session that allowed participants to gain further insights into hypertension and metabolic syndrome. After the

presentation, participants completed a post-test to evaluate their understanding of the material. The atmosphere was then enlivened by an ice-breaking session before the event concluded.


The second series, Bulan Bakti 2, was held on October 10, 2026, in Giripurno Village, Bumiaji District, Batu City. The event was conducted in collaboration with the Indonesian Medical Association (IDI) and the Indonesian Association of Mental Health Specialists (PDSKJI), involving medical students from various institutions and healthcare professionals. This series brought healthcare services closer to the community through participant registration, health

screenings, free medical treatment, mental health screenings, and mass circumcision services. In addition, the program featured mental health education to improve public understanding of the importance of maintaining mental well-being. Through these activities, community members

were expected to gain better access to medical examinations and healthcare services while developing greater awareness of the importance of maintaining both physical and mental health.


Through Bulan Bakti Regio Malang 2026, medical students not only gained theoretical knowledge in the classroom but also had the opportunity to engage directly with the community and contribute to addressing its healthcare needs. The implementation of these two series of

activities demonstrates the collaboration between students, healthcare professionals, institutions, and communities in supporting health promotion and disease prevention. This spirit of service is expected to continue and grow sustainably, ensuring that Bulan Bakti becomes more than just an annual program. It is also intended to serve as a meaningful initiative toward building a healthier society, increasing awareness of disease prevention, and improving overall quality of life.